Apa Sih Dampak Kemacetan Terhadap Kesehatan?

Jakarta - Kehidupan di kota tidak terlepas dari tingginya aktivitas. Di kota, setiap orang berburu dengan waktu. Ingin cepat sampai di tujuan tepat waktu karena janji bisnis. Sayangnya jumlah pengguna kendaraan terus bertambah. Menimbulkan kemacetan di mana-mana.

Ditambah perilaku para pengguna jalan yang tidak tertib berlalulintas. Hal ini juga menyumbang kemacetan. Bagi pengguna jalan, kemacetan sangat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Bahkan seringkali orang yang menjadi penumpang saja ikut-ikutan marah karena macet. Padahal mereka tidak mengendarai kendaraan. Selain menimbulkan stress, macet juga mengganggu sistem pernapasan, jantung dan menimbulkan masalah nyeri sendi.

Kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai dampak kemacetan terhadap sakit nyeri sendi. Saat macet, pengendara mobil sulit bergerak bebas. Pengendara akan duduk dalam jangka waktu yang lama dengan postur tubuh yang tetap karena keterbatasan ruang gerak di dalam mobil. Hal ini akan berdampak terhadap posisi tubuh.

Posisi duduk yang tidak sesuai dan tidak nyaman membuat postur tubuh menjadi tidak normal. Terlalu lama terjebak macet di dalam mobil juga membuat punggung menjadi pegal-pegal bahkan nyeri di bagian persendian.

Ini dikarenakan saat macet, pengemudi harus melakukan gerakan menginjak pedal rem, pedal gas, ataupun pedal kompling berkali-kali. Lutut kaki menjadi sangat lelah dan ujung-ujungnya timbul nyeri sendi. Bahkan tidak sampai di sini saja, telapak kaki pun juga akan menjadi lelah karena melakukan gerakan menginjak kompling, rem dan gas.

Maka dari itu. Bagi Anda yang sering terjebak dalam kemacetan, disarankan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan sendi. Sebelum bepergian jauh melintasi daerah yang macet, minum lah suplemen yang mengandung Glukosamin, Kondroitin dan MSM agar terhindar dari nyeri sendi kaki.

Nah, saat ini sudah ada produk suplemen kesehatan sendi yang komplit dan ampuh untuk mengatasi nyeri sendi yaitu OSTEOKOM. Apa saja keunggulan yang ditawarkan OSTEOKOM? Ketahui lebih lanjut di http://www.osteokom.com.

 

Sumber : detik.com

Top