Masyarakat Butuh Edukasi Nyeri Sendi

Mugasari – Masyarakat perlu untuk memahami Osteoarthritis atau nyeri sendi akibat pengapuran. Dokter Rinny Liestyana mengatakan, saat ini dibutuhkan edukasi mengenai penyebab gejala tersebut. “Masyarakat butuh edukasi mengenai gejala ini,” katanya.

Disela stand Osteokom yang berada di tengah ajang Jalan Sehat Family Day, Minggu(15/5) kemarin, dr Rinny mengungkapkan, usia merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya pengapuran. Menurutnya, pada usia lebih dari 40 tahun, gejala pengapuran sudah sering terjadi. Namun, saat ini usia lebih muda pun bisa terkena gejala tersebut.

Hal tersebut disebabkan karena pengaruh aktivitas yang dilakukan, seperti posisi duduk yang terlalu lama, baik pada kendaraan ketika terjadi macet panjang maupun aktivitas fisik (olahraga) yang berlebihan.

Dokter Rinny Liestana menyarankan bila orang sudah mengalami nyeri pada persendian selain mengonsumsi suplemen Osteokom juga rajin olahraga yang terbaik adalah renang. ”Jangan olah raga berat yang dapat membebani persendian yang mengalami osteoarthritis,” pesannya.

Dia memperkenalkan Osteokom yang merupakan suplemen sendi triple action yaitu, glukosamin, kondroitin, dan MSM yang bekerja sinergis dan efektif dalam mengatasi nyeri sendi. “Produk ini aman dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang karena terbuat dari bahan alami berkualitas tinggi dan telah lama dipercaya oleh dokter,” kata dr. Rinny Liestyana didampingi Helen Arianna S Grup Brand Manager PT. Lapi Laboratories.

Menurut dr. Rinny, seiring dengan pertambahan usia, sendi-sendi bisa menjadi kaku dan nyeri. Berdasarkan data diketahui bahwa 60-70 persen penyebab nyeri sendi adalah osteoarthritis atau pada masyarakat awam disebut juga dengan pengapuran atau radang sendi atau rematik.

 

Sumber : Koran Wawasan (16 Mei 2016)

Top