Kenali Fakta Osteoporosis Dari Sekarang

Osteokom obat nyeri sendi dengan glukosamin, kondroitin, dan MSM untuk menjaga kesehatan persendian

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan kepadatan/densitas tulang yang rendah dan menurunnya susunan mikro tulang yang menyebabkan peningkatan risiko fraktur/patah tulang.


Diperkirakan 1 dari 4 wanita Indonesia usia 50-80 tahun menderita osteoporosis. Kemungkinan wanita menderita osteoporosis adalah 4x lipat dibanding pria.
Mengingat bahaya fraktur yang mungkin terjadi dan akan sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, maka sangat penting untuk mencegah atau setidaknya memperkecil kemungkinan terjadinya pada diri kita.

  • Fakta dan info berikut ini mungkin akan menambah wawasan sekaligus memotivasi anda untuk semakin mengenal osteoporosis dan mampu untuk melakukan pencegahan:
    Osteoporosis setidaknya telah ada sejak 5.000 tahun yang lalu.
  • Beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah: usia, masa reproduktif, makanan, paparan sinar matahari, aktivitas, genetik, penyakit dan obat-obatan.
  • Makanan yang baik untuk tulang adalah yang kaya akan kalsium, magnesium, kalium, vitamin D, vitamin C, vitamin K dan protein terutama yang berasal dari kedelai. Ada masa tertentu seperti hamil dan menyusui, di mana wanita perlu mendapatkan nutrisi tersebut lebih dari biasanya. Yang harus dihindari adalah alkohol.
  • Beberapa jenis obat mengganggu kesehatan tulang seperti beberapa sediaan obat penurun asam lambung dan golongan steroid. Konsultasikan dengan dokter Anda bila harus menggunakan obat ini untuk jangka panjang atau dosis besar.
  • Salah satu sebab wanita lebih berisiko adalah penurunan drastis hormon estrogen pada wanita menopause. Hormon estrogen berfungsi mempertahankan kepadatan tulang. Dengan sangat menurunnya kadar estrogen, proses osteoporosis berlangsung lebih cepat.
  • Sinar matahari pagi membantu pembentukan tulang.
  • Faktor genetik adalah satu-satunya faktor yang tidak dapat dihindari. Tapi memperhatikan faktor lainnya akan memperkecil risiko anda.
  • Arkeolog dapat memperkirakan strata hidup seseorang di masa hidupnya dengan mengamati kepadatan tulangnya. Mumi wanita pra menopause yang hidup di masa Mesir kuno, sebuah era yang berlimpah dengan sayur, buah, susu dan ikan, didapati tanda osteoporosis. Kemungkinan wanita tersebut berasal dari golongan atas yang mempunyai banyak pekerja dan budak untuk melayani keperluannya, sehingga mengalami osteoporosis terutama karena kurang beraktivitas.
  • Tingginya aktivitas memang terbukti meningkatkan kepadatan tulang pada area yang aktif. Tulang manusia yang berasal dari 6000 tahun yang lalu mempunyai tulang belakang dengan volume lebih besar karena pola hidup zaman itu memerlukan aktivitas tulang belakang yang dominan.
  • Usia reproduktif yang sempit meningkatkan risiko osteoporosis. Usia reproduktif dimulai ketika menstruasi pertama (menarche) dan berakhir ketika menopause. Menarche yang terlambat dan menopause dini menyebabkan periode reproduktif lebih pendek.
  • Para astronot mengalami penurunan tekanan pada tulang terutama tubuh bagian bawah karena tidak adanya gravitasi, menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang. Diperkirakan penurunan kepadatan tulang sekitar 1-2% tiap bulannya, tergantung pula pada ada tidaknya faktor genetik. 6 bulan berada di luar angkasa dapat mengakibatkan penurunan hingga 20% pada tulang tungkai. 1 dari 6 astronot berisiko patah tulang, 5x lebih tinggi dari risiko di bumi.
  • Jangan menghindari jarak dan aktivitas. Semakin aktif anda, semakin sehat tulang anda.
Top